SYARAT-SARAT GURU SUKSES DALAM MENGELOLA SISWA
Makalah
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah Manajemen
Kesiswaan
Dosen Pengampu: Fatkuroji, M.Pd
Disusun Oleh:
Emi Kurniawati 123311004
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
I.
PENDAHULUAN
Kita telah memasuki suatu era yang dikenal dengan era globalisasi. Era ini
dapat pula dipandang sebagai era pengetahuan karena pengetahuan akan menjadi
landasan utama segala aspek kehidupan. Era pengetahuan merupakan suatu era
dengan tuntutan yang lebih rumit dan menantang. Suatu era dengan spesifikasi
tertentu yang sangat besar pengaruhnya terhadap dunia pendidikan dan lapangan
kerja. Perubahan-perubahan yang terjadi selain karena perkembangan teknologi
yang sangat pesat, juga diakibatkan oleh perkembangan yang luar biasa dalam
ilmu pengetahuan, psikologi, dan transformasi nilai-nilai budaya. Dampaknya
adalah perubahan cara pandang manusia terhadap manusia, cara pandang terhadap
pendidikan, perubahan peran orang tua/guru/dosen, serta perubahan pola hubungan
antar mereka.
Trilling dan Hood (1999) mengemukakan bahwa perhatian utama pendidikan di
abad pengetahuan adalah untuk mempersiapkan hidup dan kerja bagi masyarakat.
Tibalah saatnya menoleh sejenak ke arah pandangan dengan sudut yang luas
mengenai peran-peran utama yang akan semakin dimainkan oleh pembelajaran dan
pendidikan dalam masyarakat yang berbasis pengetahuan.
Apabila kita analisa, kemerosotan pendidikan bukan diakibatkan oleh
kurikulum tetapi oleh kurangnya profesionalisme guru dan keengganan belajar
siswa. Profesionalisme sebagai penunjang kelancaran guru dalam melaksanakan
tugasnya, sangat dipengaruhi oleh dua faktor besar yaitu faktor internal yang
meliputi minat dan bakat dan faktor eksternal yaitu berkaitan dengan lingkungan
sekitar, sarana prasarana, serta berbagai latihan yang dilakukan guru. Oleh
karena itu didalam makalah ini akan dibahas terkait dengan syarat-sarat guru sukses dalam mengelola siswa yang meliputi
professionalisme, integritas dalam mengajar, konsep ketrampilan, dan teknik
dalam pembelajaran.
II.
RUMUSAN MASALAH
A.
Bagaimana
pengertian professional?
B.
Bagaimana
integritas dalam mengajar?
C.
Bagaimana
konsep ketrampilan, dan teknik dalam pembelajaran?
III.
PEMBAHASAN
A.
Pengertian professional
Menurut UU RI No. 14/2005 pasal 1 ayat 4, Profesional adalah
pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber
penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang
memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.
Profesional berarti persyaratan yang memadahi sebagai suatu profesi.
Pekerjaan profesional berbeda dengan pekerjaan lainnya, karena
suatu profesi memerlukan keahlian dan ketrampilan khusus dalam melaksanakan
profesinya. Dengan kata lan, pekerjaan yang bersifat profesional adalah
pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang khusus dipersiapkan untuk
itu, dan bukan pekerjaan yang dikerjakan oleh mereka yang karena tidak dapat
memperoleh pekerjaan lain.
Profesional berasal dari kata sifat yang berarti sangat mampu
melakukan sesuatu pekerjaan, Supriyadi menyatakan bahwa profesional menunjuk
pada dua hal. pertama, penampilan seseorang yang sesuai dengan tuntutan yang
seharusnya, kedua, kinerja yang dituntut sesuai standar yang telah ditetapkan.
Jadi guru profesional adalah orang yang melakukan tugas profesi
keguruan dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi tinggi dengan sarana
menunjang berupa bekal pengetahuan yang dimilikinya sesuai standar yang telah
ditetapkan.
Guru sebagai tenaga profesional berperan dalam melaksanakan sistem
pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu
berkembangnya potensi siswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, serta menjadi warga negara yang
demokratis dan bertanggung jawab. Ada lima ukuran seorang guru dinyatakan
profesional. Pertama, memiliki kompeten pada siswa dan proses belajarnya.
Kedua, secara mendalam menguasaui bahan ajar dan cara mengajar. Ketiga,
bertanggung jawab memantau kemampuan belajar siswa. Keempat, mampu berfikir
sistematis dalam melakukan tugas. Kelima, seyogyanya menjadi bagian dari
masyarakat belajar di lingkungan profesinya.
B.
Integritas dalam mengajar
Integritas
berarti mutu, sifat, atau keadaan yang
menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang
memancarkan kewibawaan. Untuk itu sewajarnya profesionalitas guru, harus
terkait dan dibangun di atas pondasi integritas melalui penguasaan kompetensi-kompetensi
yang secara nyata dalam menjalankan dan menyelesaikan tugas-tugas dan
aktivitasnya sebagai guru, sehingga guru dapat menghadapi arus globalisasi
dengan efektif dan tanpa “ketidakberdayaan”. Integritas dapat memulihkan dan menuntun
anak ke arah yang benar, integritas yang mampu membawa pembaharuan budi dalam
diri setiap anak. Integritaas guru dalam mengajar mencakup hal-hal sebagai berikut:
1.
Mengajarkan kejujuran
Dalam proses belajar mengajar
sangat penting untuk mengajarkan kejujuran dan integritas peserta didik. Dalam
hal ini dikarenakan selain menjadi media pengajar, guru juga harus bisa
menjadikan peserta didik menjadi manusia pembangunan yang modern dan jujur
berintegritas tinggi, maka dari itu sebagai pendidik
guru harus memiliki keahlian khusus sebagai guru seperti apakah dia mampu
memberikan bimbingan dalam membantu siswa mengatasi masalah dan
kesulitan-kesulitannya, dan sebagainya. Selain itu mempunyai peranan penting
dalam mempertahankan mental anak. Sehingga mereka dapat mempunyai sumbangan
kepada perkembangan nasional dan kesejateraan negara, karena mendidik anak-anak
berarti mendidik generasi muda bangsa untuk negaranya. Dalam hal ini guru
mempunyai peran dalam mempertahankan kesehatan
mental bangsa dengan pengetahuannya tentang tingkah laku manusia. Maka dari itu pendidik terutama guru harus
memilki keahlian khusus untuk menjadi guru dan mempunyai integrasi tinggi dan
berkepribadian baik.
Dalam hal ini maka guru harus bisa membaca psikologi
anak didiknya. Untuk itulah hal yang paling utama diperhatikan dan untuk
membantu guru dalam upaya mengajarakan kejujuran dan integritas peserta
didiknya adalah memahami perasaan, alasan, dan tujuan anak berbohong atau
melakukan sesuatu hal yang kurang baik agar dapat mencetak peserta didik yang
berintegritas dan bermental sehat. Maka yang perlu diperhatikan adalah kondisi
perasaan dan keadaan kesehatan mental anak didiknya
2.
Jujur dan Tulus
Menjadi guru bukan sekadar
melakukan pekerjaan biasa, tetapi juga memenuhi panggilan hati dan melakukan perjalanan
spiritual. Dalam perjalanan profesinya, seorang guru terus mengaitkan tiga hal,
yakni diri sendiri dengan anak didik dan bidang pengetahuan/keterampilan yang
diampunya. Yang pertama, proses
penemuan diri seorang guru dalam perjalanan panggilannya adalah
proses penemuan dan pengukuhan identitas serta integritas.
Setiap guru seharusnya menggali diri sendiri, menemukan
identitasnya sendiri, dan mengembangkan gaya serta metode dan teknik mengajar
yang sesuai dengan diri sendiri untuk menyinarkan aura terbaiknya yang bisa
menerangi peserta didik. Penemuan dan kesadaran diri ini akan menjadi modal
bagi guru untuk mempertahankan integritasnya dan menjadi dirinya sendiri secara
utuh, sesuai harkat kemanusiaannya. Guru
hendaknya bisa menjadikan dirinya sebagai model bagi para siswanya sehingga
mereka bisa mengikuti perilaku terpuji yang ditunjukkan oleh guru-gurunya
Keteladanan seorang guru adalah segala yang
dapat diberikan untuk keberhasilan anak didiknya. Inilah aktualisasi dari sosok
seorang yang memiliki integritas tinggi, yang akan senantiasa berpikir dan
memikirkan apa yang dapat diberikan untuk anak didiknya sebelum memikirkan apa
yang akan didapat.
C.
Konsep, ketrampilan, dan teknik dalam pembelajaran
1.
Konsep pembelajaran
Menurut kamus besar bahasa indonesia, pembelajaran berarti
proses, cara, perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup belajar.
Pembelajaran menurut UU Sisdiknas No. 20/2003, bab 1 pasal 1 ayat 20 adalah
proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu
lingkungan belajar.
Terlepas dari perbedaan pengertian diatas, diantara kesemuanya
terdapat titik kesamaan definisi yaitu pembelajaran adalah usaha sadar yang
dilakukan oleh guru atau pendidik untuk membuat siswa atau peserta didik
belajar (mengubah tingkah laku untuk mendapatkan kemampuan baru) yang berisi
suatu sistem atau rancangan untuk mencapai suatu tujuan.
2.
Ketrampilan dalam pembelajaran
Ketrampilan dalam mengajar adalah ketrampilan yang mutlak yang
harus dimiliki oleh guru, beberapa ketrampilan mengajar yang harus dikuasai
oleh guru adalah sebagai berikut:
a)
Ketrampilan
bertanya dasar.
Bagaimanapun tujuan pendidikan, secara universal guru akan selalu
menggunakan ketrampilan bertanya kepada siswanya. Cara bertanya untuk seluruh
kelas, untuk kelompok, atau untuk individu, memiliki pengaruh yang sangat
berarti. Menstruktur pertanyaan perlu juga diperhatikan. Pertanyaan yang
disajikan guru diarahkan dan ditujukan pada pelajaran yang memiliki informasi
yang relevan dengan materi pelajaran.
b)
Ketrampilan
bertanya lanjut
Untuk
mengklasifikasikan cara berfikir siswa dalam hubungan dengan pertanyaan lanjut,
digunakan konsep terminologi dari Bloom, yaitu:
1)
Recall (mengingat kembali) adalah pertanyaan yang meminta siswa untuk
mengingat kembali informasi yang telah diterima sebelumnya.
2)
Pemahaman
(comprehension) menyangkut kemampuan siswa menyadap informasi, menginterpretasi
arti dan memberikan saran-saran.
3)
Aplikasi,
pertanyaan ini meminta siswa menggunakan abstraksasi dan generalisasi pada
situasi tertentu.
4)
Analisis,
pertanyaan ini meminta siswa untuk dapat memecahkan masalah sampai ke
bagian-bagian kecil, untuk mempelajari bagaimana hubungan antara bagian-bagian
itu.
5)
Sistesis,
pertanyaan sintesis meminta siswa untuk membuat pikiran baru tentang konsep,
perencanaan, atau percobaan.
6)
Evaluasi,
pertanyaan evaluasi meminta siswa untuk membentuk keputusan atau menyatakan
pendapat khususnya tentang kualitas.
c)
Ketrampilan
memberi penguatan(reinforcement)
Hal yang harus perlu diperhatikan dalam pemberian penguatan ialah
guru harus yakin, bahwa siswa akan menghargainya dan menyadari akan respon yang
diberikan guru. Empat prinsip yang harus diperhatikan oleh guru dalam memberi penguatan
kepada siswa, yaitu hangat dan antusias, hindari penggunaan penguatan negatif,
penggunaan bervariasi, dan bermakna.
d)
Ketrampilan
mengadakan variasi
Ketrampilan mengadakan variasi dalam proses pembelajaran akan
meliputi tiga aspek yaitu:
1)
Variasi
dalam gaya mengajar
2)
Variasi
dalam menggunakan media dan bahan pengajaran, serta
3)
Variasi
dalam interaksi antara guru dengan siswa.
Apabila ketiga komponen tersebut dikombinasikan penggunaannya, maka
akan meningkatkan perhatian siswa, membangkitkan keinginan, dan kemauan
belajar. Ketrampilan mengadakan variasi ni lebih luas penggunaannya.
e)
Ketrampilan
menjelaskan
Guru menggunakan istilah menjelaskan untuk penyajian lisan di dalam
interaksi edukatif. Ketrampilan menjelaskan diperlukan dalam pengajaran pada
hampir semua topik yang terdapat dalam kurikulum, menjelaskan tidak sekedar
mengopi apa yang terdapat dalam silabus, melainkan lebih dari itu. Dalam
menjelaskan perlu diperhatikan ciri-ciri atau karakteristik si penerima pesan,
yaitu anak didik sebagai suatu kelompok.
f)
Ketrampilan
membuka dan menutup pelajaran
Ketrampilan membuka adalah perbuatan guru untuk menciptakan siap
mental dan menimbulkan perhatian anak didik agar terpusat pada apa yang akan
dipelajari. Sedangkan menutup pelajaran adalah mengakhiri kegiatan inti
pelajaran.
Komponen ketrampilan membuka dan menutup pembelajaran meliputi
meningkatkan perhatian, menimbulkan motivasi, memberi acuan melalui berbagai
usaha, membuat kaitan atau hubungan diantara materi-materi yang akan dipelajari
dengan pengalaman dan pengetahuan yang telah dikuasai siswa, review dan
mengevaluasi.
g)
Ketrampilan
mengelola kelas
Pengelolaan kelas adalah ketrampilan guru menciptakan dan
memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi
gangguan dalam proses interaksi edukatif. Guru menggunakannya untuk menciptakan
dan mempertahankan kondisi kelas untuk mencapai tujuan pengajaran secara
efisien dan memungkinkan anak didik dapat belajar.
h)
Ketrampilan
memimpin diskusi kelompok kecil
Diskusi kelompok kecil sangat bermanfaat untuk memberikan
pengalaman pendidikan bagi anak didik yang terlibat didalamnya. Potensi yang
berpengaruh terhadap partisipasi seperti saling memberi informasi, dapat
mengeksplorasi gagasan, meningkatkan pemahaman baru terhadap hal-hal yang bermanfaat,
meningkatkan keterlibatan anak didik dalam perencanaan, pengambilan keputusan,
memperbaiki kerjasama kelompok, semuanya mempersiapkan anak didik untuk
berpartisipasi secara efektif dalam kelompok untuk ketrampilan hari depan.
i)
Ketrampilan
mengajar kelompok kecil dan perorangan
Dalam mengajar kelompok kecil dan perorangan, guru bertindak
sebagai operator dalam sistem tersebut. Hubungan interpersonal dan sosial dang
mengorganisasikan adalah hal penting untuk mensukseskan mengajar kelompok kecil dan perorangan. Guru
harus memiliki ketrampilan melakukan hubungan antar pribadi. untuk itu ada
ketrampilan yang diperlukan yaitu: ketrampilan mengadakan pendekatan secara
pribadi, ketrampilan mengorganisasi, ketrampilan membimbing dan membatu.
3.
Teknik pembelajaran
Diantara macam-macam teknik pembelajaran adalah sebagai
berikut:
a) Teknik pembelajaran kertas satu menit (one minute paper)
Teknik ini aslinya dikembangkan oleh Spencer Kagan dan diterapkan
dalam pembelajaran kooperatif. Teknik pembelajaran ini merupakan teknik yang
efektif untuk mengukur kemajuan pembelajaran para pesert didik, baik kemajuan
dalam pemahaman terhadap bahan ajar maupun kemajuan dalam melakukan tanggapan
terhadap bahan ajar.
b)
Teknik
pembelajaran butir terjelas (clearest point)
Ini adalah suatu variasi dari teknik kertas satu menit. Dalam
teknik ini, guru dapat memberikan waktu yang lebih longgar (relatif lebih lama)
kepada para siswa untuk menjawab suatu pertanyaan, misalnya dengan mengajukan
pertanyaan “apakah butir terjelas atau esensi utama dari pembelajaran hari
ini?”. Atau guru jutstru bertanya
tentang hal-hal yang kurang jelas bagi siswa. Misalnya, mengajukan pertanyaan
yang lebih khusus “apakah ada diantara kalian yang kurang jelas tentang konsep
mol? (dalam mata pelajaran kimia), apakah ada yang kurang dipahami tentang
sebab-sebab perang Diponegoro (dalam bidang sejarah), apa yang belum kalian
pahami tentang mutasi genetik? (dalam bidang biologi)
c)
Teknik
pembelajaran tanggapan aktiv (aktive response)
Teknik ini juga mirip dengan teknik-teknik diatas. Dalam hal ini,
guru meminta kepada para peserta didik untuk melaporkan tanggapan mereka
terhadap suatu fase tertentu dari bahan ajar, misalnya memberikan suatu
penilaian terhadap bagian bahan ajar tertentu, contohnya dalam mata pelajaran
biologi peserta didik diminta untuk memberikan tanggapan terhadap taksonomi
vertebrata. Teknik ini juga merupakan teknik yang baik untuk meminta penilaian
para siswa terhadap teori evalusi, misalnya membandingkannya dengan teori
penciptaan, atau penilaian mereka terhadap apakah perlu membatasi pemakaian
kertas dan plastik, jika perlu apa sebabnya, atau setujukan mereka terhadap
pembangunan Pusat Listrik Tenaga Nuklir di Indonesia dan sebagainya.
d)
Teknik
pembelajaran jurnal harian (daily journal)
Teknik ini memiliki manfaat yang lebih luas dibandingkan dengan
teknik pembelajaraan yang diuraikan di atas. Namun sayang sekali teknik
pembelajaran ini jarang digunakan. Pembelajaran dengan jurnal (journaling)
adalah suatu praktik penulisan atau pencatatan pada sebuah kertas (atau halaman
dari suatu buku jurnal) tentang kumpulan pemikiran, pemahaman dan penjelasan
tentang sebuah gagasan atau konsep. buku jurnal biasanya tercetak berupa
bundelan buku.
e)
Teknik
pembelajaraan ringkasan (student summary)
Teknik ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam
mendengaarkan secara aaktif (aktive listening). Setelah salah satu siswa
secara sukarela menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru, guru meminta siswa
lain untuk membuat ringkasan atau mengemukakan butir-butir penting dari
tanggapan siswa yang menjawab pertanyaan pertama tadi. Dengan memberikan
kesempatan kepada siswa untuk meringkas atau mengemukakan butir-butir penting
dari jawaban temnya, akan memaksa siswa untuk berpartisipasi aktif dan mampu
memberikan pemahaman kepada siswa bahwa pada haikaktnya suatu pembelajaran itu
akan berlangsung dengan baik jika ada saling tukar pikiran antar para siswa.
f)
Teknik
pembelajaran tanggapan terhadap demonstrasi (response to a demonstration)
Setelah
guru melaksanakn presentasi pembelajaran atau suatu kegiatan demonstrasi, para
siswa diminta untuk menuliskan suatu paragraf yang dimulai dengan kalimat ,
misalnya:
“saya
pada hari ini telah belajar tentang.....”
“saya
mulai bertanya-tanya tentang apa itu sebenarnya....”
“saya
merasa kagum terhadap....”
Kegiatan
ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk merefleksikan hal-ha apa saja yang
baru dipelajari dari presentasi gurunya.
IV.
KESIMPULAN
A.
Menurut
UU RI No. 14/2005 pasal 1 ayat 4, Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan
yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang
memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau
norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. Profesional berarti
persyaratan yang memadahi sebagai suatu profesi.
B.
Integritas
berarti mutu, sifat, atau keadaan yang
menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang
memancarkan kewibawaan. Integritas dalam mengajar dapat di lakukan dengan
mengajarkan kejujuran kepada peserta didik, serta mengajar jujur dan tulus.
C.
Menurut
kamus besar bahasa indonesia, pembelajaran berarti proses, cara,
perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup belajar , Ketrampilan dalam
mengajar adalah ketrampilan yang mutlak yang harus dimiliki oleh guru, beberapa
ketrampilan mengajar yang harus dikuasai oleh guru adalah ketrampilan bertanya
dasar, ketrampilan bertaanya lanjut, ketrampilan memberi penguatan, ketrampilan
mengadakan variasi, ketrampilan menjelaskan, ketrampilan mengelola kelas,
Ketrampilan memimpin diskusi kelompok kecil, Ketrampilan memimpin diskusi
kelompok kecil dan perorangan. Macam-macam teknik pembelajaran yaitu teknik
pembelajaran kertas satu menit (one minute paper), teknik pembelajaran
butir terjelas (clearest point), teknik pembelajaran tanggapan aktiv (aktive
response), teknik pembelajaran jurnal harian (daily journal),
V.
PENUTUP
Demikianlah makalah yang dapat kami
buat, kami menyadari bahwa makalah ini
masih banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kami
mengharap kritik dan saran dari para pembaca, guna perbaikan makalah
selanjutnya. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Amin.
DAFTAR PUSTAKA
Djamarah, Syaiful Bahri,
2010, Guru & anak didik: dalam interaksi edukatif, (Jakarta:
Rineka Cipta.
Khanifatul, 2013, Pembelajaran Inovatif, Jogjakarta: Ar-Ruzz
Media
Suprihatiningrum, Jamil, 2014, Guru Profesional ; pedoman
kinerja, kualifikasi, dan Kompetensi guru, Jogjakarta, Ar-Ruzz Media
Warsono dan
hariyanto, 2014, Pembelajaran Aktif: Teori dan Asesmen, (Bandung: PT
REMAJA ROSDAKARYA.