PEMABAHARUAN
PENDIDIKAN ISLAM DENGAN JALUR
KOMBINASI TRADISI DAN MODERNISASI
Judul buku : Pendidikan Neomodernisme (Telaah pemikiran fazlur Rahman)
Penulis :
M. Rikza Chamami, M. Si.
Penerbit :
Walisongo Press
Tebal Buku :
224 halaman.
Resentator :
Emi Kurniawati
Pembaharuan Islam merupakan bagian dari jawaban
“kemandulan” dunia Islam yang dianggap
belum mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Penyebabnya adalah kecenderungan
pemahaman keagamaan yang menginduk pada tes-tes normative, sehingga
ditengah-tengah arus pembaharuan, Islam dikesankan masih berjalan ditempat.
Perubahan dunia dipandang sebagai sebuag tuntutan zaman yang memang bersifat dinamis. Alur semacam ini dalam
konteks masa perkembangan waktu disebut dengan fase modern. Neomidernisme
mermerupakan gerakan intelektual yng sangat berhubungan dengan pendidikan,
karena berorientasi pada pembaharuan yang dalam Islam diawali dari pendidikan.
Pembaharuan pendidikan merupakan satu-satunya pendekatan suatu penyelesaian
problem-problem jangka panjang yang dialami masyarakat Islam saat ini. Dalam
konteks pendidikan, neomodernisme member revisi atas pola pendidikan
sekuler-rasional dan menjawab identitas pendidikan Islam sejati, yaitu yang
berbasis Al-Qur’an dan Sunnah. Dapat disimpulkan bahwa neomodernisme pendidikan
Islam adalah proses penanaman nilai edukatif dengan jalur kombinasi tradisi dan
modernisasi. Keadaan seperti itu mendorong Fazlur Rahman ikut berpatisipasi
menyelesaikan problem pendidikan dalam
Islam. Dengan solusi memajukan pendidikan, Islam akan tampil dengan wajah cantk dan kaya akan
khazanah intelektual.
Dalam buku yang ditulis oleh Bpk. M. Rikza
Chamami, M. Si, Dosen Studi Karya Tulis Ilmiah IAIN Walisongo Semarang ini,
diungkapkan bahwa gambaran neomodernisme yang coba dikenal dan dikembangkan
Fazlir Rahman kepada dunia Islam, menurut Hilmy Bakar Al-Mascaty, seorang
intelektual asal Mataram Nusa Tenggara Barat adalah pada hakikatnya bertujuan
untuk menjembatani dua elemen penting yang akan menjadi tonggak peradaban,
yaitu tradisi dan modernisasi yang selama ini senantiasa dipertentangkan dengan
tajamnya oleh cendekiawan muslim. Ia mengajak untuk senantiasa menganalisa
dengan kritis semua tradisi dan warisan pemikiran Islam terdahulu yang telah
dibangun para cendekiawan muslim terdahulu dan sikap ini juga harus diterapkan
ketika mengadopsi peradaban Barat modern yang hakikatnya berjiwa sekuler.
Karena sikap terlalu mempertahankan tradisi akan menjadikan umat sebagai kaum
tradisionalis yang ketinggalan zaman, sementara sikap menerima apa adanya
peradaban Barat sekuler akan mengakibatkan umat tercabut dari akar tradisi
keislamannya. Untuk itu perlu dikembangkan metode intelektual yang akan
mempertautkan secara dialektis antara tradisi dan modernisasi.
Corak pendidikan yang ada pada Fazlur Rahman
adalah sebuah pendidikan yang berkiblat pada ajaran Al-Qur’an dan Sunnah.
Maksudnya, proses pembentukan karakter pribadi muslim sangat bergantung pada
nilai ajaran Allah. Selanjtunya Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi pendidikan
tidak hanya dimaknai secara tekstual, tetapi ditafsirkan secara kontekstual,
dalam rangka pengejawentahan pendidikan Islam yang dapat bersinggungan langsung
dengan masyarakat. Pendidikan bagi Fazlur Rahman adalah pokok utama yang harus
dikedepankan dalam semua bentuk pembaharuan Islam. Pertanyataan tegasnya adalah
Any Islamic reform now must begin with education. Pendidikan yang paling
urgen bukanlah bentuk peralatan fisik atau kuasi-fisik untuk pengajaran saja,
tetapi model pemikiran progresif yang mampu menyokong kemajuan Islam. Esensi
dari pendidikan bagi Fazlur Rahman adalah intelektualisme Islam. Ia dalah
pertumbuhan suatu pemikiran Islam yang asli dan memadai, yang harus member
kriteria untuk menilai keberhasilan atau kegagalan sebuah sistem pendidikan
Islam.
Dalam buku ini difokuskan pada gagasan Fazlur
Rahman tentang neomodernisme dalam ranah pendidikan Islam. Sesuatu yang khas
disajikan dalam buku ini adalah pada konsep neomodernisme yang terkait erat
dengan pendidikan Islam yang mengarah pada pemberdayaan intelektual masyarakat
muslim. Untuk lebih mengetahui secara mendalam mengenai neomodernisme dan
pendidikan Islam menurut pemikiran Fazlur Rahman, kita bisa membacanya dalam
buku ini yang memiliki tebal 224 halaman. Buku ini selain memberiyahukan
bagaimana pemikiran Fazlur Rahman tentang neomodernisme, juga membahas seputar
aspek dalam pendidikan. Hal-hal yamg diceritakan dalam buku ini
perludiperhatikan kepada pembaca khususnya bagi kaum akademik karena didalamnya
mengandung model pembaharuan pendidikan Islam. Buku ini sangat cocok untuk
tambahan wawasan mahasiswa. Namun, disisi kekurangan pada buku ini adalah buku
ini menggunakan bahasa yang terlalu ilmiah. Meski demikian buku ini tetaplah
menarik untuk dibaca. Bukuk ini penting bagi orang-orang dalam dunia pendidikan
untuk memperbaharui model pendidikan Islam menjadi bertambah maju.