nomor 2
-
Teknik penulisan resensi buku yaitu :
A.
Tahap Persiapan
1.
Memilih jenis buku. Tentu setiap orang mempunyai hobi dan minat
tertentu pada sebuah buku. Pada proses pemilihan ini akan lebih baik kalau kita
fokus untuk meresensi buku-buku tertentu yang menjadi minat atau sesuai dengan
latarbelakang pendidikan kita. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa
seseorang tidak mungkin menguasai berbagai macam bidang sekaligus. Ini terkait
dengan ” otoritas ilmiah”. Tidak berarti membatasi atau melarang-larang orang
untuk meresensi buku. Tapi, hanya soal siapa berbicara apa. Seorang guru tentu
lebih paham bagaimana cara mengajar siswa dibandingkan seorang tukang sayur.
2.
Usahakan buku baru. Ini jika karya resensi akan dipublikasikan di
media cetak. Buku-buku yang sudah lama tentu kecil kemungkinan akan termuat
karena dinilai sudah basi dengan asumsi sudah banyak yang membacanya. Sehingga
tidak mengundang rasa penasaran. Untuk buku-buku lama (yang diniatkan hanya
sekedar untuk berbagi ilmu, bukan untuk mendapatkan honor) tetap bisa diresensi
dan dipublikasikan misalnya lewat blog (jurnal personal).
3.
Membuat anatomi buku. Yaitu informasi awal mengenai buku yang akan
diresensi. Contoh formatnya sebagai berikut;
Judul Karya Resensi:
Judul Buku :
Penulis:
Penerbit:
Harga:
Tebal :
Penerbit:
Harga:
Tebal :
B.
Tahap Pengerjaan
1.
Membaca dengan detail dan mencatat hal-hal penting. Ini yang
membedakan antara pembaca biasa dan peresensi buku. Bagi pembaca biasa, membaca
bisa sambil lalu dan boleh menghentikan kapan saja. Bagi seorang peresensi,
mesti membaca buku sampai tuntas agar bisa mendapatkan informasi buku secara
menyeluruh. Begitu juga mencatat kutipan dan pemikiran yang dirasa penting yang
terdapat dalam buku tersebut.
2.
Setelah membaca, mulai menuliskan karya resensi buku yang
dimaksud. Dalam karya resensi tersebut, setidaknya mengandung beberapa hal;
• Informasi(anatomi) awal buku (seperti format diatas).
• Tentukan judul yang menarik dan “provokatif”.
• Membuat ulasan singkat buku. Ringkasan garis besar isi buku.
• Memberikan penilaian buku. (substansi isinya maupun cover dan
cetakan fisiknya) atau membandingkan dengan buku lain. Inilah sesungguhnya
fungsi utama seorang peresensi yaitu sebagai kritikus sehingga bisa membantu
publik menilai sebuah buku.
• Menonjolkan sisi yang beda atas buku yang diresensi dengan buku
lainnya.
• Mengulas manfaat buku tersebut bagi pembaca.
• Mengulas manfaat buku tersebut bagi pembaca.
• Mengkoreksi karya resensi. Editing kelengkapan karya, EYD dan
sistematika jalan pikiran resensi yang telah dihasilkan. Yang terpenting tentu
bukan isi buku itu apa, tapi apa sikap dan penilaian peresensi terhadap buku
tersebut.
C.
Tahap Publikasi
1.
Karya disesuaikan dengan ruang media yang akan kita kirimi resensi.
Setiap media berbeda-beda panjang dan pendeknya. Mengikuti syarat jumlah
halaman dari media yang bersangkutan adalah sebuah langkah yang aman bagi
peresensi.
2.
Menyertakan cover halaman depan buku.
3.
Mengirimkan karya sesuai dengan jenis buku-buku yang resensinya
telah diterbitkan sebelumnya. Peresensi perlu menengok dan memahami buku jenis
apa yang sering dimuat pada sebuah media tertentu. Hal ini untuk menghindari
penolakan karya kita oleh redaktur.
Demikian
ulasan sekilas mengenai teknik sederhana meresensi buku. Pada intinya,
persoalan meresensi buku adalah soal berbagi (ilmu). Setelah membaca buku,
biasanya kita bahagia karena memperoleh wawasan baru. Dengan begitu urusan
meresensi buku juga bisa berarti kita berbagi kebahagiaan dengan orang lain.
-
Iai dari resensi buku
1. Judul resensi
2. Identitas buku yang diresensi
3. Pendahuluan(memperkenalkan
pengarang,tujuan pengarang buku,luncuran pertanyaan, dll)
4. Inti/isi resensi
* Pokok-pokok isi
* Keunggulan buku
* Kekurangan buku
5. Penutup
* Saran-saran
yang mungkin ditambahkan dalam isi buku dan keterbacaan Identitas buku
a.
. judul buku
b.
Penulis buku
c.
Penerbit buku
d.
kota terbit
e.
tahun terbit
f.
tebal buku
-
3 contoh judul resensi buku
a.
Eragon
b.
Pendidikan Neomodernisme
c.
Studi Islam Kotemporer
No comments:
Post a Comment