Monday, March 6, 2017

PRAKTEK KONSELING EMI KURNIAWATI DALAM RANGKA UTS BIMBINGAN KONSELING

PRAKTEK KONSELING
Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah Bimbingan dan Konseling
Dosen Pengampu:Dr. Widodo Supriyono








Disusun Oleh:

Emi Kurniawati           123311004

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2014






 


TUGAS UTS BIMBINGAN KONSELING
                   I.            Biodata konselor dan konseli

Biodata konselor
Nama         : Emi Kurniawati
NIM          : 123311004
Kelas         : KI-5
Alamat      : Ds. Jambearum Rt05/01 Patebon-Kendal

Biodata konseli
Nama         : Siti Nuriya
TTL           : 23 Juni 1994
Alamat      :  

                II.            Problema konseli
Siti Nurriya adalah teman saya ketika Madrasah Aliyah. Dia mempunyai masalah ketika akan melanjutkan studi setelah lulus dari Madrasah Aliyah. Dia ingin sekali melanjutkan ke PTN ( Perguruan Tinggi Negeri) bersama saya, tetapi orang tuanya menyarankan fikoh untuk melanjutkan ke pondok pesantren saja. Dia bingung apakah harus nekat melanjutkan kuliah atas dasar keinginan pribadi atau menuruti orang tuanya untuk tetap belajar di pondok pesantren. Orang tua fikoh sangat mendukung dan bersenang hati ketika fikoh mau belajar di pesantren. Tetapi, fikoh sendiri masih ragu apakah dia betah di pesantren atau tidak, karena sebelumnya dia belum pernah mondok.

             III.            Solusi konselor

Ketika saya mendengar cerita dari Fikoh, saya memberi saran Fikoh untuk tetap mengikuti nasehat orang tuanya yaitu melanjutkan studi di pondok pesantren. Karena Fikoh pernah bercerita bahwa semisal dia melanjutkan kuliah maka akan ada kendala untuk membayar biaya kuliah, karena ayahnya hanya bekerja di bengkel. Saya terus meyakinkan Fikoh untuk optimis dan percaya diri bahwa belajar tidak hanya di bangku kuliah saja, belajar di pesantren juga baik dan bermanfaat bagi dirinya kelak. Ketika suatu saat nanti dia sudah cukup ilmunya berkat belajar dari pesantren, dia bisa mengamalkan ilmunya ke orang-orang sekitarnya dan masyarakat desa. Dan ketika orang tuanya meminta fikoh untuk mendaftarkan diri ke pesantren akhirnya dia mau dan mencoba hidup di pesantren. Walaupun sebenarnya dia sempat bercerita belum betah di pondok, tetapi sekarang dia sudah mulai terbiasa dengan keadaan pondok. Dia makin berubah menjadi santun. Dan semoga saja kelak Fikoh bisa mengamakkan ilmunya ke masyarakat luas dan semoga ilmu yang di pelajarinya bermanfaat serta barokah. Aminn

No comments:

Post a Comment